BUDI SETIYO PRABOWO

Beranda » Artikel Pendidikan » MANAJEMEN PENDIDIKAN UNTUK INDONESIA

MANAJEMEN PENDIDIKAN UNTUK INDONESIA

Start here

Problematika Ujian Nasional yang dari tahun ke tahun belum ada pemecahan masalah yang cukup ampuh untuk mampu mengatasinya, baik di tatanan kebijakan makro oleh Kementrian Pendidikan Nasional maupun pada tatanan mikro disetiap satuan pendidikan, kemudian masalah tunjangan serta gaji guru yang juga menjadi problematika ketika ditetapkan kebijakan tentang Sertifikasi Guru maupun Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan yang di beberapa daerah faktanya tunjangan yang dijanjikan oleh pemerintah belum juga mampu untuk didistrbusikan atau diberikan kepada guru yang telah lolos dalam sertifikasi maupun pendidikan profesi. Dan hal ini akan semakin diperparah dengan rencana dari Kementrian Pendidikan Nasional yang akan menghapus Direktorat Jenderal (Dirjen) Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK). Itulah beberapa permasalahan yang muncul sebagai akumulasi dari kebijakan pemerintah yang kurang memperhatikan aspirasi dari masyarakat atau suara akar rumput. Bisa dikatakan bahwa yang sebenarnya memegang peranan dominan dalam perencanaan dan pengelolaan pendidikan baik secara makro maupun mikro adalah benar-benar orang atau pihak yang paham dengan prinsip perencanaan pendidikan, pengelolaan evaluasi serta supervisi pendidikan. Sebenarnya di Indonesia sudah terdapat wadah atau tempat bagi para calon pengelola pendidikan tersebut, yaitu melalui manajemen pendidikan, tetapi yang menjadi sebuah dilema adalah justru pada tahun 1996 Depdiknas (pada saat itu) memutuskan untuk menutup seluruh program studi atau jurusan manajemen pendidikan di perguruan tinggi seluruh Indonesia. Tetapi ada beberapa PT yang masih berusaha mempertahankan bahwa jurusan ini harus tetap ada. Diantaranya adalah yang sekarang  telah berubah menjadi universitas, yaitu UNY,UNJ,UPI,UNP,UM,UNM. Sehingga pengelolaan pendidikan yang seharusnya dilakukan oleh para lulusan manajemen pendidikan akhirnya menjadi beralih kendali pada saat itu bahwa pendidikan di Indoneia hanya berorientasi pada hasil semata, sedangkan yang terjadi sekarang adalah orientasi pendidikan lebih diarahkan pada penguatan proses. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa pada saat ini, manajemen pendidikan merupakan hal yang paling penting bagi kemajuan pendidikan di Indonesia, sebab dari para manajer pendidikan tersebut, pendidikan dapat lebih diarahkan. Bagaimana melalui para manajer pendidikan, beberapa hal diatur dan dikelola secara lebih baik, mulai dari mengelola pendidikan ditingkat anak usia dini (PAUD), kemudian mengelola pada tingkat guru dan satuan pendidikan sekolah dasar (PGSD), kemudian bagaimana memanfaatkan serta mengelola penggunaan media pembelajaran dalam rangka peningkatan mutu serta proses pendidikan melalui teknologi pendidikan (TP), kemudian agar pengelolaan mikro di satuan pendidikan bisa lebih optimal maka subyek maupun obyek pendidikan dapat berkonsultasi dengan para konselor dari lulusan BK serta pada tatanan kebijakan pemerintah dapat berkonsultasi dengan para lulusan analisis kebijakan pendidikan (AKP). Tidak hanya sampai disitu, pengelolaan pendidikan juga tentunya harus mengakomodasi pendidikan untuk semua (education for all) sehingga dibutuhkan koordinasi dengan para lulusan pendidikan luar sekolah (PLS) dalam mengelola pendidikan secara non formal maupun formal bagi anggota masyarakat yang belum sempat menikmati pendidikan secara formal. Selain itu agar tidak ada diskriminasi dalam pengelolaan pendidikan, tentunya juga diperlukan konsultasi dengan para lulusan dari pendidikan luar biasa (PLB) agar dalam menetapkan kebijakan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan hakikat pendidikan yang sesungguhnya. Sehingga ketika seluruh komponen tadi disatukan kemudian para lulusan manajemen pendidikan dapat memahami prinsip pengelolaan pendidikan, maka mutu proses pendidikan di Indonesia dapat lebih ditingkatkan. Sehingga sesuai dengan judul diatas bahwa manajemen pendidikan untuk Indonesia, maksudnya adalah bukan hanya manajemen pendidikan saja yang bertanggung jawab atau memonopoli pengelolaan pendidikan, melainkan manajemen pendidikan mampu untuk memaksimalkan seluruh potensi yang ada di ilmu pendidikan. Sehingga pendidikan Indonesia dapat tampil sesuai dengan karakteristik dan keinginan bangsa Indonesia.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: