BUDI SETIYO PRABOWO

Beranda » Artikel Pendidikan » KIR Sebagai Wadah Kreatifitas

KIR Sebagai Wadah Kreatifitas

Start here

Tidak banyak siswa SMA menekuni bidang ini. Kebanyakan dari mereka menganggapi kegiatan ini selalu berkutat pada hal-hal yang rumit-rumit. Asumsi ini hendaknya jangan dijadikan harga mati. Jadi sebelum adik-adik memasuki kelompok ini hendaklah berfikir secara matang ya atau tidak dalam mengikutinya. Didalam KIR untuk pertama kalinya mungkin akan anda rasakan  berat, tetapi itu adalah awal mula bagaimana dididik untuk berkarya. Ingatkah anda pada ucapan seseorang yang mengatakan ”Yang paling aku tahu sesungguhnya aku tidak tahu”. Silahkan untuk memahami dengan bahasa adik-adik sendiri.

Di dalam KIR adik-adik akan menjumpai awal baru (bagi yang baru) yaitu dunia tulis menulis. Bagaimana cara membuat laporan yang betul, bagaimana caranya reportase, memahami orang-orang disekitar anda. Pendek kata dengan mengenal dunia ini, adik-adik mampu untuk memahami makna hidup. Tidaklah anda ingin berbeda dengan remaja lainnya? Yang kosong tanpa jiwa, berjalan mengarungi dunia mode. Hura-hura, bermain sex berkedok atas nama cinta. Tidak jugakah adik-adik ingin menjadi pemain kelas atas pada esok hari, bermain dengan dunia informasi jaringan tanpa batas. Bahkan dengan menguasai komunikasi kita juga mampu menjadi manusia berarah.

Pada pokoknya tulisan ini tidak harus anda patuhi, karena saya percaya orang-orang KIR sudah mampu menggunakan akalnya untuk berfikir secara generalisasi. Jadi jika anda ingin menjadi orang kalah, atau penonton. Tidak usahlah bersusah payah memasuki kompetisi ini.

Dengan bekal belajar menulis, meneliti, berfikir rasional, menimbang baik buruk, berwawasan luas tak mungkin bagi kita untuk menjadi penganggur seperti banyak terjadi pada lulusan PT maupun SMA. Begitukah?

Anda pasti suatu saat akan dikenalkan pada kakak-kakak kelasmu paling tidak mereka yang telah berhasil masuk sebagai finalis pada berbagai lomba tingkat nasional. Apakah mereka masuk secara kebetulan? Tidak! Kakak-kakak kamu bisa masuk karena mereka tekun untuk mengamati/meneliti segala sesuatu, ingin tahu, dan tentu bertanya pada yang lebih tahu. Proses itu tidak dapat anda temukan secara instan, tetapi ibarat kepompong yang berpuasa dan mereka pantang menyerah jadilah kupu-kupu yang elok warnanya. Ingat adik-adik, jika anda sampai berhasil masuk sebagai finalis itu sudah merupakan kredit point tersendiri pada saat anda memasuki dunia kerja.

Pernahkah anda mendengar Mpu Tantular, Mpu Sendok, Ibnu Sina, Imam Ghozali. Mereka besar karena mereka mampu menulis. Buah ciptanya digoreskan pada batu, daun lontar, samak.

Anda bersekolah pasti karena kemauan sendiri, disamping orang tua yang menghendaki setiap anak-anaknya berhasil pada zamannya. Oleh karena itu jangan sia-siakan kesempatan ini. Masih banyak teman anda yang ingin bersekolah tetapi tidak mempunyai biaya. Kalau toh kemudian anda hanya mampu menjadi orang biasa tak seperi pujangga masa lalu. Itu tak mengapa, yang penting kita sudah belajar menghargai hidup. Bagaimana Allah SWT memberi kita nyawa untuk beribadah dan  berkarya bagi sesama. Kiranya tak bijak saya menulis terlalu banyak. Alangkah baiknya anda renungkan apa yang akan adik-adik lakukan pada masa muda anda. Karena Allah berfirman: ”Akan Aku angkat beberapa derajat dari mereka orang-orang yang berilmu pengetahuan.”

Jadi, mengapa anda harus merasa malu pada teman-teman anda, bergaya ABG, meniru model artis, menggunakan fasilitas orangtua tidak pada tempatnya. Pastikan anda menemukan ”ombak dan badai” jiwa muda Anda di KIR ini lewat penelitian, lewat kegelisahan yang anda pendam melalui tulisan-tulisan yang memikat dan mendatangkan penghasilan. Ah, saya jadi malu pada ALLAH SWT Berhura-hura tanpa batas raya. Sementara masa depan tidak mesti ada dikejauhan, tapi masa depan itu ada pada hari ini.

Selamat Berjuang Adik-adikku!

@Sinergi21/5-9-1997/d/kir

 BODROSWORO


1 Komentar

  1. tidha mengatakan:

    tau tau yg anak KIR ASGAMA :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: