BUDI SETIYO PRABOWO

Beranda » Artikel Pendidikan » DARURAT KADER BANGSA

DARURAT KADER BANGSA

Start here

Maraknya pemberitaan tentang kader muda yang terlibat kasus korupsi, tawuran antar pelajar atau mahasiswa, pemuda yang terlibat dalam beberapa kasus narkoba, dan hal-hal sejenisnya sudah cukup memberikan representasi bahwa kondisi bangsa ini sekarang dalam kondisi kritis, jika diibaratkan dengan penyakit maka sudah masuk ke dalam stadium 4 yang akut serta sangat sulit untuk diobati. Ibu Pertiwi saat ini sedang menangis dan menatap pilu kondisi carut marutnya bangsa  Indonesia. Garuda menjadi tak tampak perkasa dan membanggakan bagi bangsa Indonesia sendiri, karena polah tingkah kaum elitis dan generasi muda yang tidak menunjukkan sikap peduli akan perbaikan bangsanya.

Kondisi yang demikian memprihatinkan ternyata tidak dapat dilepaskan dari peristiwa 14tahun silam, tentu bangsa ini tidak dapat melupakan sejarah tumbangnya rezim orde baru yang dianggap sebagai masa diktatorian penguasa negeri, momentum itulah yang disebut dengan Reformasi. Euforia dan rasa haru mewarnai kader muda bangsa saat itu (mahasiswa dan pemuda) yang langsung menjadi tokoh pergerakan reformasi. Akan tetapi, pasca tumbangnya rezim orde baru tersebut, ternyata kader muda bangsa lantas menjadi terlena dengan kondisi yang ada. Kaum-kaum elit semasa orde baru yang dahulu dikenal sebagai kolega penguasa dictator, kemudian menjadi orang yang seolah-olah reformis dengan berganti baju mereka dan mengatakan kepada para kader bangsa bahwa ia juga mendukung dengan semangat Reformasi dan perubahan.

Akhirnya sudah dapat dipastikan bahwa jajaran wakil rakyat yang memimpin negeri ini kaum-kaum elitis yang sama tetapi dengan baju yang berbeda, yaitu baju seorang reformis. Kader muda bangsa yang dahulu sangat teguh memperjuangkan adanya perubahan signifikan pada negeri ini, menjadi justru terkena syndrome yang pragmatis serta opportunis pada jabatan. Tujuannya adalah bukan untuk perbaikan bangsa, melainkan untuk meraih jabatan demi keuntungan diri pribadi, sehingga korupsi, kolusi maupun nepotisme menjadi tidak terelakkan. Selain itu kondisi politik bangsa ini yang tidak kunjung mapan juga ikut memberikan kontribusi pada akselerasi terpuruknya bangsa. Organisasi sosial masyarakat memberikan citra yang sama sekali bukan cerminan sebagai bangsa berperadaban luhur, multipartai pada sistem politik juga hanya dijadikan sebagai arena panggung konflik kepentingan beberapa golongan, bukan untuk kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan beberapa problem yang dihadapi bangsa ini, sudah saatnya untuk memberlakukan status darurat pada pendidikan dan pembangunan kader bangsa. Salah satu upaya yang cukup efektif adalah dengan menggunakan prinsip yang sebenarnya sudah digariskan oleh tokoh nasional Indonesia kala itu. Falsafah Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani. Inilah yang seharusnya dimiliki oleh para kader bangsa, agar memiliki kemauan dan kemampuan positif dalam pembangunan bangsa. Untuk para kader muda yang sudah mendapatkan posisi sebagai pimpinan yang di depan, harus menyadari bahwa kedudukan tersebut adalah amanah suci dari sang pencipta sebagai representasi khalifah fil ard (pemimpin di muka bumi), sehingga segala sikap yang diwujudkan adalah sikap yang karimah serta dapat memberikan contoh atau teladan bagi pengikutnya. Bagi mereka kaum muda yang berada pada posisi sebagai menengah, bukan pemimpin tetapi juga salah satu pengambil keputusan. Memiliki tugas untuk menjadi rekan yang kritis tetapi juga konstruktif, mampu memberikan pertimbangan yang baik pada pengembangan kader bangsa dan memberikan semangat untuk kemajuan bangsa Indonesia. Bagi mereka yang berada di belakang, atau dalam hal ini adalah representasi masyarakat biasa yang tidak menduduki jabatan sebagai pemimpin, memiliki tugas untuk memberikan dorongan dan selalu memberikan ide-ide untuk perkembangan bangsa Indonesia. Bukan lantas kemudian menjadi kendaraan bagi kaum elitis yang sarat dengan kepentingan pribadi atau golongan.

Bangsa yang baik adalah memberikan kesempatan bagi kaum muda untuk menjadi salah satu tokoh pergerakan dan pendorong kemajuan peradaban bangsa. Generasi muda yang baik adalah mereka yang mampu mengambil teladan karimah dari para generasi tua dan memadukannya dengan konstruksi pengetahuan yang telah ia dapatkan, untuk kemudian digunakan sebagai motor penggerak dalam rangka membangkitkan dan membangun negeri yang sudah cukup carut marut oleh kepentingan kaum elitis yang selama ini menduduki posisi sebagai wakil rakyat, tetapi sama sekali tidak mencerminkan bahwa dirinya adalah wakil dari masyarakat yang sekarang sedang berteriak karena kelaparan, kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan yang terkadang justru tidak berpihak kepada rakyat kecil. Saatnya dilakukan gerakan darurat kader bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: