BUDI SETIYO PRABOWO

Beranda » Artikel Pendidikan » ARTI PENTING TUJUAN PENDIDIKAN BAGI PESERTA DIDIK

ARTI PENTING TUJUAN PENDIDIKAN BAGI PESERTA DIDIK

Start here

A.    LATAR BELAKANG

Manusia adalah makhluk yang dikaruniai keutamaan oleh Allah SWT dibandingkan makhluk ciptaan-Nya yang lain. Keutamaan manusia terletak pada kemampuan akal pikirannya / kecerdasannya. Dengan kemampuannya ini manusia mampu mengembangkan diri dalam kehidupan yang semakin berkembang. Pengembangan diri untuk mencapai kemajuan dalam kehidupan memerlukan apa yang kita sebut dengan pendidikan. Pendidikan sudah ada sejak adanya peradaban yang diawali dengan proses kependidikan dalam lingkup yang masih terbatas. Sejalan dengan perkembangan dan tuntutan jaman maka diperlukan satu pendidikan yang dapat mengembangkan kehidupan manusia dalam dimensi daya cipta, rasa dan karsa. Dimana ketiga hal tersebut di atas akan menjadi motivasi bagi manusia untuk saling berlomba dalam mencapai kemajuan sehingga keberadaan pendidikan menjadi semakin penting. Yang pada akhirnya menjadikan pendidikan sebagai kunci utama kemajuan hidup manusia dalam segala aspek kehidupan. Pendidikan merupakan usaha manusia untuk meningkatkan ilmu pengetahuan yang didapat baik dari lembaga formal maupun informal dalam membantu proses transformasi sehingga dapat mencapai kualitas yang diharapkan. Agar kualitas yang diharapkan dapat tercapai, diperlukan penentuan tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan inilah yang akan menentukan keberhasilan dalam proses pembentukan pribadi manusia yang berkualitas, dengan tanpa mengesampingkan peranan unsur-unsur lain dalam pendidikan. Dalam proses penentuan tujuan pendidikan dibutuhkan suatu perhitungan yang matang, cermat, dan teliti agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Oleh karena itu perlu dirumuskan suatu tujuan pendidikan yang menjadikan moral sebagai basis rohaniah yang amat vital dalam setiap peradaban bangsa. Berdasarkan paparan di atas, jelas sekali terlihat bahwa penting sekali untuk memperhatikan dasar dan tujuan dari pendidikan sebab dari sinilah mau ke mana si anak didik akan di bawa dan di arahkan. Bahkan biasanya dasar dan tujuan inilah juga merupakan karakteristik pendidikan suatu bangsa, yang membedakannya dengan bangsa-bangsa yang lain.

B. PENGERTIAN PENDIDIKAN

Tidak dapat disangkal bahwa pendidikan merupakan aspek yang mendasar dalam upaya mempersiapkan sumber daya manusia dalam menghadapi proses dan dinamika kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.

Pengertian pendidikan menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Sedangkan di dalam khasanah pemikiran pendidikan Islam, pendidikan mempunyai pengertian usaha untuk merubah anak didik dari satu keadaan kepada keadaan yang lebih baik dalam segala bidang, dengan cara bertahap yaitu dengan merawat, mengatur, dan membimbing serta mengajarinya sesuatu yang bermanfaat agar bisa hidup bahagia dunia dan akhirat sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Allah swt. (Mohammad Arifin. 2006 : 126)

Output dari pendidikan dapat tercapai secara maksimal jika tujuan dari pendidikan ditentukan dengan tepat dan benar. Oleh karenanya, sebelum menentukan tujuan, sebaiknya kita menentukan dasar / landasannya terlebih dahulu.

Adapun yang menjadi landasan pendidikan nasional kita adalah :

  • Landasan filosofis     :   Pancasila dan UUD 1945
  • Landasan sosiologis   :   masyarakat Indonesia
  • Landasan kultural    :   kebudayaan nasional
  • Landasan psikologis  :   perkembangan peserta didik
  • Landasan ilmiah dan teknologi   :   perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Sedangkan asas-asas atau dasar dalam pendidikan nasional kita adalah :

1. Asas tut wuri handayani yang mencakup 3 semboyan :

  • ing ngarso sung tulada, artinya jika di depan menjadi contoh
  • ing madya mangun karsa, artinya jika di tengah-tengah membangkitkan kehendak, hasrat atau motivasi
  • tut wuri handayani, artinya di belakang mengikuti dengan awas

2. Asas belajar sepanjang hayat (GBHN Bab IV bagian pendidikan) :

    Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga, sekolah dan masyarakat.  Karena itu pendidikan adalah tanggungjawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah.

      Ada 3 hal mendasar dari asas belajar sepanjang hayat yaitu :

a. Proses dan waktu pendidikan berlangsung seumur hidup sejak  dalam  kandungan  hingga manusia meninggal

b.   Bahwa untuk belajar tiada batas waktu, artinya tidak ada istilah terlalu dini  ataupun  istilah terlambat untuk belajar

 c.  Bahwa belajar atau mendidik diri sendiri adalah proses ilmiah sebagai bagian integral atau merupakan totalitas kehidupan

3. Asas kemandirian dalam belajar : menempatkan guru dalam peran utama  sebagai fasilitator dan motivator, disamping perannya sebagai informator, organisator, inisiator, inspirator, korektor, pembimbing, demonstrator,pengelola  kelas, mediator, supervisor, evaluator. (Suparlan. 2005 : 137)

Dalam dunia pendidikan Islam yang menjadi dasar / landasan pendidikan adalah Al Quran dan Al Hadits. Ini dapat dilihat dari :

a. Qs. Asy-Syura : 52

Dan demikian kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Quran) dengan  perintah kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah al kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi kami menjadikan Al Quran itu cahaya yang kami beri petunjuk dengan dia siapa yang kami kehendaki diantara hamba-hamba kami.

Dan sesungguhnya kami benar-benar memberi petunjuk kepada jalannya yang  benar

b. Hadits Nabi Muhammad saw ( Al-Gazali, Ihya’ Ulumuddin hal 90)

Sesungguhnya orang mu’min yang paling dicintai oleh Allah ialah orang  yang senantiasa tegak dan taat kepada Nya dan memberikan nasehat kepada hamba Nya, sempurna akal pikirannya, serta menasehati pula akan dirinya sendiri, menaruh perhatian serta mengamalkan ajaran Nya selama hayatnya, maka beruntung dan memperoleh kemenangan ia.“ (http://www.sanaly.com/materi/pendidikan Islam Menuju Masyarakat madani)

C. TUJUAN PENDIDIKAN UMUM DAN ISLAM

Setelah dasar / landasan pendidikan ditetapkan, kita dapat menyusun tujuan pendidikan yang ingin dicapai. Ada beberapa pendapat mengenai tujuan pendidikan yang dikemukakan oleh para ahli, beberapa diantaranya :

1. Tujuan Pendidikan Menurut Para Ahli

a. Menurut Prof. H. Zahara Idris, M.A

Tujuan pendidikan adalah memberikan bantuan terhadap perkembangan anak seutuhnya supaya dapat mengembangkan potensi fisik, emosi, sikap, moral, pengetahuan dan keterampilan semaksimal mungkin agar menjadi manusia dewasa.

b. Menurut M. Noer Syam

   Tujuan pendidikan adalah agar seseorang mempunyai kepribadian yang sesui dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan.

c. Menurut Ki Hajar Dewantoro

   Tujuan pendidikan adalah agar anak sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

d. Menurut Al Ghazali

   Tujuan pendidikan adalah beribadah dan taqarub kepada Allah dan kesempurnaan insani yang tujuannya kebahagiaan dunia akhirat.

e. Menurut Shaleh Abdul Azis dan Abdul Najib

   Tujuan pendidikan adalah untuk mendapatkan keridhoan Allah dan mengusahakan penghidupan.

f. Menurut Abdull Fayad

   Tujuan pendidikan adalah persiapan untuk hidup akhirat dan membentuk perorangan dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk menunjang kesuksesannya hidup di dunia.

Dalam dunia pendidikan Islam, tujuan pendidikan mempunyai arti yang sangat luas dan dalam. Seluas dan sedalam kebutuhan hidup manusia sebagai makhluk individual dan sebagai makhluk sosial yang dijiwai oleh nilai-nilai ajaran agamanya. (Suparlan. 2005 : 148)

2. Tujuan Pendidikan Menurut Islam

a. Tujuan umum yaitu mengantarkan anak didik supaya menjadi hamba Allah yang taat.

Termuat dalam Qs. Adz-Dzariyat : 56 : “ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada Ku ” dan dalam Qs. Al-Bayyinah : 5 : “ Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan  ketaatan kepada Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.

b. Tujuan pribadi yaitu tujuan yang ingin dicapai oleh seseorang dari pendidikan, yang mencakup aqidah, ilmiyah, jasmaniyah, fikriyah, siyasiyah dan lain-lainnya.

c. Tujuan kemasyarakatan yaitu membentuk sebuah masyarakat yang beramar ma’ruf nahi munkar. “Kamu adalah umat yng terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”  (Qs. Ali Imran : 110 ). (Saleh Abdullah abdurrahman. 2005: 87)

Adapun yang dimaksud dengan masyarakat beramar ma’ruf nahi munkar adalah :

  • Umat yang menyebarkan Islam dan berdakwah kepada Nya
  • Umat yang menerapkan hukum Allah swt
  • Umat yang selalu bekerjasama dalam menegakkan kebaikan dan ketaqwaan
  • Umat yang mampu memperhatikan peradaban manusia, yang diaplikasikan dalam beberapa hal :
  • Berusaha untuk menguasai bidang ekonomi
  • Berusaha untuk menguasai bidang teknologi
  • Berusaha menguasai bidang manajemen
  • Selalu memperhatikan pembangunan infra struktur
  • Selalu memperhatikan bidang akhlaq

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan Islam bertujuan untuk menumbuhkan pola kepribadian manusia yang bulat melalui latihan kejiwaan, kecerdasan otak, penalaran, perasaan, dan indra. Karenanya pendidikan harus mampu melayani petumbuhan manusia dalam segala aspeknya, baik aspek spiritual, intelektual, imajinasi, jasmaniah, ilmiah, maupun bahasanya. Dan tujuan terakhir dari pendidikan Islam terletak pada  realisasi sikap penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah swt. Seperti termuat dalam Al-Qur’an surat Al-An’am (6) ayat 162 :  “Katakanlah : sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku adalah bagi Allah, Tuhan semesta alam”. Diharapkan dengan  kemampuan akal pikirannya  manusia mampu membaca, memahami,  menjelaskan, dan menganalisis gejala alamiah yang merupakan tanda-tanda kekuasaan  Allah yang selanjutnya akan mewujudkan manusia yang paripurna yaitu manusia yang berilmu pengetahuan dan beriman secara bulat. (www.ponpes ulul albab Lampung.com/Pendidikan Islam. 2008)

D. TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

Setelah membahas tujuan pendidikan dari sudut pandang umum dan dari khasanah pemikiran Islam, sekarang kita akan mencoba membahas tujuan pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia.

Ada beberapa rumusan mengenai tujuan pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia, namun yang akan kita bahas di sini adalah rumusan yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945 serta rumusan menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Tujuan pendidikan nasional dalam Pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Kecerdasan yang dimaksud disini bukan semata-mata kecerdasan yang hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual saja, melainkan kecerdasan meyeluruh yang mengandung makna lebih luas.

Sedangkan tujuan pendidikan nasional menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dirumuskan sebagai berikut : pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.(Saleh Abdullah Abdurrahman. 2005 : 137)

Dari rumusan tujuan pendidikan nasional kita dapat menyimpulkan bahwa manusia yang ingin dihasilkan dari sistem pendidikan di Indonesia adalah manusia yang mumpuni, yang mampu menjawab tantangan jaman namun tetap berakar pada nilai-nilai moral yang dianut oleh bangsa Indonesia.

Bangsa Indonesia kini sedang dihadapkan pada persoalan-persoalan kebangsaan yang sangat krusial dan multidimensional. Hampir semua bidang kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat mengalami krisis berkepanjangan. Banyak kalangan menilai bahwa persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia disebabkan oleh kualitas sumber daya manusia yang rendah baik secara akademis maupun non akademis. Hal ini dapat kita lihat dari hasil penelitian UNDP pada tahun 2007 tentang HDI (Human Development Index) dimana Indonesia menduduki peringkat ke 107 dari 177 negara yang diteliti. Dan dibandingkan dengan negara-negara ASEAN yang dilibatkan dalam penelitian, Indonesia menempati posisi yang paling rendah (HD Report 2007/2008). Salah satu unsur utama dalam penentuan HDI adalah tingkat pengetahuan bangsa atau tingkat pendidikan bangsa tersebut. (http://www.sanaly.com/materi/pendidikan Islam Menuju Masyarakat Madani)

  Oleh karenanya di masa sekarang ini Pemerintah cenderung lebih memprioritaskan iptek dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.  Karena selama ini Indonesia dikenal hanya mampu menyediakan sumber daya / tenaga kerja  murah ke luar negeri. Pemerintah berharap dengan prioritas di bidang iptek Indonesia mampu mencetak sumber daya manusia yang berkualitas yang nantinya dapat merebut peluang untuk hidup, sehingga kita tidak hanya sejajar, tetapi bisa berkompetisi dengan negara-negara lain, terutama dalam menghadapi pasar bebas yang kompetitif.

Namun dampak dari kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah adalah semakin lunturnya nilai-nilai moralitas bangsa. Pendidikan hanya mampu mencetak manusia jenius tetapi tanpa hati nurani. Sebagai contoh banyak terjadinya kecurangan dan perilaku tidak jujur yang dilakukan oleh oknum pelaku dunia pendidikan ketika Ujian Nasional SMP dan SMA digelar yang dipenuhi berbagai macam kasus, mulai dari pembocoran soal, bocornya kunci jawaban, contek mencontek serta tindakan curang lainnya yang menghalalkan segala cara agar dapat lulus UN. Yang disayangkan, perilaku tak jujur ini dilakukan secara berjamaah antara kepsek, guru, dan siswa. Sungguh ironis sekali. Guru yang seharusnya dicontoh dan diteladani oleh muridnya, malah mencorengkan arang ke mukanya sendiri. Contoh lain dari menurunnya moralitas kaum terpelajar yaitu masih sering terjadinya perkelahian  antar pelajar, bahkan belum lama ini terjadi kekerasan yang dilakukan sekelompok anggota geng pelajar putri terhadap pelajar putri lain. Apakah tindakan-tindakan tersebut mencerminkan nilai-nilai moral yang terkandung dalam ideologi bangsa yang dijadikan sebagai landasan tujuan pendidikan nasional ? Bagaimana derajat budi pekerti, kepribadian dan semangat kebangsaan para pelaku pendidikan ? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang harus mampu dijawab oleh Pemerintah tentunya dengan peran serta seluruh komponen pendidikan dan masyarakat. Wallahu A’lam

Sumber :

http://www.sanaly.com/materi/pendidikan Islam Menuju Masyarakat Madani.

Mohammad Arifin, 2006. Ilmu Pendidikan Islam : Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisiplinel. Jakarta : PT Bumi Aksara.

Saleh Abdullah, Abdurrahman, 2005. Teori-teori Pendidikan Berdasarkan Al-Quran. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Suparlan, 2004. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa : Dari Konsepsi Sampai Dengan Implementasi. Jakarta : Hikayat Publishing.

www.Ponpes Ulul Albab Lampung.com/Pendidikan Islam, 2008


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: