BUDI SETIYO PRABOWO

Beranda » Artikel Pendidikan » PENDIDIKAN ANAK JALANAN

PENDIDIKAN ANAK JALANAN

Start here

Pendidikan sebagai bagian dari kehidupan sosial bermakna salah satu proses sosialisasi dalam diri individu yang memungkinkan untuk tercipta rasa tanggung jawab serta berbagai bentuk kecakapan lainnya, yang terbentuk pada suatu sistem masyarakat. Sehingga pendidikan menjadi penting untuk dilaksanakan oleh setiap elemen masyarakat. Anak jalanan merupakan fenomena yang cukup miris dan juga mengherankan. Pada aspek birokrasi, mungkin anak jalanan atau anjal itu mengganggu dari kehidupan masyarakat, hal tersebut dikarenakan kecenderungan yang muncul adalah anjal seringkali melakukan berbagai tindakan yang membuat resah masyarakat. Akan tetapi pada sisi berikutnya atau aspek yang lain, fenomena anjal itu menjadi sebuah solusi untuk mengatasi kesulitan mendapatkan

antonperdanamedia.blogspot.com

antonperdanamedia.blogspot.com

kebutuhan dasar kehidupan. Hal tersebut disebabkan ternyata anjal, gelandangan, pengemis (anjal gepeng) adalah kaum yang terpinggirkan atau sering disebut kaum marginal. Jika dipandang dari stratifikasi sosial meskipun bangsa kita tidak mengenal strata tersebut, menempatkan anjal dan gepeng berada pada tingkat yang terendah dan seringkali luput dari perhatian pengambil kebijakan. Konsep pendidikan bagi anak jalanan tentunya sangat baik apabila dapat dilaksanakan secara optimal. Pendidkan dapat menjadi sebuah solusi untuk menghilangkan diskriminasi atau perbedaan perlakuan bagi mereka. Pendidikan dapat dilakukan melalui sarana formal maupun non formal, sehingga dimungkinkan pendidikan bagi para anjal tersebut akan sangat diperhatikan oleh orang tua maupun pihak yang terkait langsung dengan mereka. Sesungguhnya peranan anak jalanan itu sudah diatur dengan sebaik-baiknya, sehingga menghilangkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Langkah memberikan pendidikan non formal juga perlu untuk dilaksanakan bagi mereka yang tidak mampu untuk memasukkan anak-anak tersebut pada lembaga pendidikan formal. Pendidikan tersebut dapat diupayakan melalui sekolah-sekolah pintar yang tidak mensyaratkan untuk memenuhi peraturan yang kaku. Kemudian proses pendidikan juga sebisa mungkin diupayakan untuk secara langsung memberikan pengetahuan nyata tentang cara untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Sehingga ketika pendidikan tersebut dapat dilaksanakan secara maksimal, maka akan memperkecil kuantitas jumlah anjal, dan dapat meningkatkan taraf hidup mereka, yang kemudian stratifikasi sosial dapat sedikit demi sedikit dihilangkan predikat mereka sebagai “kaum marginal”.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: